Senin, 16 November 2015

contoh paper tentang ISIS




 










PAPER
Islamic State Iraq and Syam (ISIS)

Untuk Memenuhi Sebagian Tugas Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam



Disusun oleh :
HARI PURWATI (3301414005)





UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015



PENDAHULUAN
Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) juga dikenal sebagai Negara Islam  adalah sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah. Kelompok ini dalam bentuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin dan Al-Qaeda di Irak (AQI), termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku Irak yang mengaku Sunni.
Sejarah dan faktor utama penyebab lahirnya kelompok ini berdasarkan beberapa fakta kejadian lampau yakni sejak runtuhnya pemerintahan Islam Turki Utsmani pada tahun 1924 umat Islam berada dalam kehinaan dibawah ketiak pemerintahan selain Islam. Islam hanya disimpan banyak-banyak dikepala, kitab-kitab usang, terpojok disudut-sudut masjid tanpa bertransformasi dalam realita kehidupan. Berbagai upaya dilakukan oleh para Mujahid dan Ulama untuk mengembalikan identitas Negara Islam. Salah satu upayanya adalah di era Jihad Afghanistan, banyak mujahid dari seantero negeri berkumpul melawan invasi Soviet pada tahun 1980an. Umat Islam mulai bangun dari tidur dan turun ke medan jihad untuk menyongsong kejayaan yang dijanjikan. Kini kelompok ini kian kental dengan embel-embel agama dan siap mempengaruhi siapapun, bahkan kelompok ini sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris baru dikalangan dunia. Penyebaran kelompok ini kini sudah sampai di tanah air. Hal ini dapat dilihat dari adanya deklarasi pendirian ISIS Indonesia di Solo, Bima dan sejumlah wilayah lainnya.
ISIS DAN PARA KORBANYA
Menurut pendapat saya korban ISIS bukan hanya masyarakat yang terkena kekerasan ISIS tetapi juga para anggota ISIS yang bergabung dengan ISIS, kenapa saya anggap korban karena mereka telah sesat, tidak seharusnya seorang Muslim melakukan hal seperti itu, dan menurut pandangan saya mereka bukan berjuang dijalan ALLAH SWT tetapi mereka sedang mengacaukan perdamaian dunia dengan mengatas namakan agama. Sungguh sangat disayangkan seseorang yang telah bergabung ke dalam ISIS dan menganggap dirinya telah jihad padahal mereka telah merusak diri mereka sendiri dan merusak agama mereka sendiri bahkan mereka dapat dikatakan sudah tidak beriman lagi. Mereka hanya berfikir tentang apa yang mereka inginkan saja, tidak berfikir siapa,  dimana, kenapa, mengapa dan bagaimana dia hidup. Mereka sudah dibutakan oleh nafsu. Saya pernah berfikir apa yang ada didalam fikiran mereka, bagaimana cara mereka beribadah? SHOLATKAH? Berpuasakah, dan apa mereka sudah tidak punya hati. Apa di Al- Qur’an terdapat tuntunanya. Bagi saya mereka bukan seorang muslim atau muslimah tetapi mereka kaum kafir yang berkedok Islam. Semoga ALLAH segera memberikan hidayah kepada mereka dan yang belum mengenal jangan pernah ikut dalam ISIS. Disini saya akan memaparkan siapa tokoh dibalik ISIS dan korban ISIS karena tidak ada buku untuk memperkuat paper ini untuk penggantinya saya ambil dari berita online.
Menurut berita online dan artikel di internet tokoh Sentral di Balik Militan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi. Di bawah kepemimpinannya, ISIS menyatakan diri untuk bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. ISIS memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaeda hingga tahun 2014. Namun karena misi berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah dan penggunaan aksi-aksi kekerasan, Al-Qaidah lalu tidak mengakui kelompok ini sebagai bagian darinya lagi. Abu Bakar al-Baghdadi bahkan bersumpah untuk memimpin penaklukan Roma, yaitu ibukota agama Nasrani-Katolik, tepatnya Kota Vatikan yang terletak di tengah kota Roma, Italia.  Pemimpin militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini juga menyerukan umat Islam untuk tunduk kepadanya.
            ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir. Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.
             Serangan ISIS tidak hanya terjadi didaerah  Timur Tengah saja tetapi di Tanah Air juga terkena serangan dan ikut ke dalam ISIS. Bulan Maret kemarin saya membaca salah satu berita dikoran bahwa Mahasiswa UMS diguda bergabung dengan ISIS, sungguh disayangkan seharusnya kaum intelektual seperti mahasiswa dapat ikut menolak ISIS tetapi mereka ikut bergabung. Saya berfikir apa otak mereka dicuci? Belum ada penelitian tentang  itu maka pendapat  ini masih diragukan. Dan lagi baru-baru ini masyarakat tanah air di hebohkan dengan beberapa rekaman video yang diduga dari kelompok ISIS Indonesia. Kelompok ISIS saat ini memang tergolong sebagai kelompok teroris baru yang tengah menjadi perhatian dunia.Wajar saja jika sebagain masyarakat belum mengetahui akan adanya kelompok. Kelompok ini selalu berkembang dengan tujuan membentuk negara baru berdasarkan rancangan pemimpinnya.
Walaupun kelompok ISIS telah menyebar  di Indonesia, pemerintah Indonesia tidak diam begitu saja. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah adalah Kementerian Agama sementara mengeluarkan semacam surat edaran agar biro perjalanan haji dan umrah hanya melayani perjalanan umrah yang berangkat langsung ke Arab Saudi,  Menkopolhukam Joko Suyanto mengatakan pemerintah Indonesia akan memblokir situs-situs yang isinya menyebarkan faham gerakan ISIS termasuk tayangan video di Youtube, menggelar pula operasi hukum terhadap pendukung ISIS yang terbukti melakukan kekerasan, operasi keimigrasian juga akan digelar untuk mencegah warga Indonesia yang akan bepergian khususnya ke daerah konflik di Timur Tengah atau maupun ke Asia Selatan. Pengamat masalah terorisme dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan, Universitas Paramadina, Najamudin, mengatakan dia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia "melarang" ISIS, tetapi langkah ini dianggapnya terlambat. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT sebelumnya menyatakan telah ada sejumlah anggota kelompok militan Islam dari Indonesia yang bergabung dengan ISIS, tapi mereka tidak dapat memastikan jumlahnya. Sejak awal banyak kalangan yang mengkhawatirkan penyebaran ideologi radikal kelompok ISIS akan membahayakan keberagama masyarakat Indonesia.
Para analis mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mengatasi meningkatnya ideologi radikal terutama di kalangan anak-anak muda, yang dikhawatirkan bisa mengancam keberagaman. Korban lainnya Paling banyak WNI berjuang di Suriah. Sedangkan di Irak data terakhir mencatat ada 56 orang Indonesia ikut kelompok radikal bersenjata itu. Sebagian WNI yang menyusup untuk berbaiat pada ISIS adalah pelajar di Timur Tengah. Sebagian besar warga negara Indonesia itu telah mengganti identitas mereka dengan nama alias," kata tim ahli BPNT Wawan Purwanto. Sedangkan Kepala Badan Intelijen Indonesia Marciano Norman mengatakan mayoritas yang berangkat bergabung dengan ISIS sejak tahun lalu masih pemain lama. Mereka sudah masuk jaringan teror di Tanah Air, misalnya yang direkrut dari Poso, Sulawesi Tengah. Terbukti baru sebulan ISIS dideklarasikan, 80 orang langsung berangkat ke Suriah. Bahkan empat orang dilaporkan tewas karena menggelar aksi bom bunuh diri. Ada dari Santoso, dari kelompok-kelompok radikal. Belakangan publik Indonesia kembali terhenyak mendengar 16 WNI yang datang sebagai pelancong hilang di Turki. Laporan Interpol menyatakan mereka diduga kuat bergabung dengan ISIS. Belum lagi kabar 15 perempuan asal Tanah Air tertangkap Polisi Turki di perbatasan karena ingin mendukung Khilafah Islamiyah.
Selanjutnya seorang Petani bernama Muhammad Fadli disembelih di rumahnya pada 19 September 2014 karena di duga menjadi mata-mata Pemerintah dalam pemberantasan kejahatan terorisme. Sungguh kebiadaban ISIS dan kelompok Radikal Wahabi sudah pada tahap tak bisa di tolerir lagi mereka sudah melakukan aksi dan mengancam kepada siapa saja yang menjadi musuh “Mujahidin” akan mereka sembelih karena telah mereka halalkan darahnya. Musuh mereka adalah Kaum Muslimin yang berbeda faham dengan mereka dan masyarakat Non Muslim. Mereka melakukan kebiadaban yang tak berperikemanusiaan dengan mengatasnamakan panggilan Agama tetapi Agama berlepas diri dari mereka. Stop berdebat…sekarang saatnya bertindak dengan bukti nyata. Marilah kita bersama-sama memantau daerah dan tempat tinggal kita masing-masing dari bahaya penyebaran faham radikal wahabi dan faham radikal transnasional lainnya. Selamatkan Bangsa dan Generasi Muda kita dari faham-faham yang merusak walau dibalut dengan tampilan faham agama. Sesungguhnya mereka (ISIS dan Kelompok Radikal) adalah musuh Agama dan musuh kemanusiaan.
Di Indonesia, ISIS ternyata masih memiliki loyalis kuat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan WNI rela menempuh ribuan kilometer ke lokasi berbahaya, demi mengangkat senjata bareng ISIS. Selain terkait ideologi, berikut rangkuman lima iming-iming ISIS membuat banyak orang Indonesia tertarik bergabung, disarikan dari pernyataan BNPT ataupun BIN. Berikut 5 Iming-iming ISIS yang membuat WNI tertarik Bergabung dikutip merdeka: Dapat gaji hingga Rp 150 juta Gaji mereka bisa setara Rp 39 juta per pekan, atau Rp 150 juta per bulan. Bayaran para pekerja ISIS ini dalam Dollar Amerika. Tak heran, lebih dari 3.400 warga negara Barat dilaporkan bergabung. Iming-iming uang ini juga menarik orang-orang Australia, Belanda, dan negara Eropa lain bergabung dengan ISIS, lalu Jamin kesejahteraan anak-anak, jemput bola kirim dana ke Indonesia, sudah punya wilayah de facto, pejuang asing dapat budak seks.
Dari penelusuran Densus 88 dan intelijen kepolisian, ada sejumlah modus yang dilakukan kelompok ISIS untuk merekrut anggota di Jawa Timur. Di antaranya, melalui pendekatan ideologi, iming-iming uang, dan janji-janji lain.Yang menjadi sasaran atau menjadi korban rekrutmen kelompok radikal ini, biasanya adalah mereka yang ideologinya masih belum cukup kuat, mereka yang sedang bermasalah di sisi ekonomi, atau warga yang tingkat pendidikan dan pengalamannya kurang. Ada banyak faktor yang membuat warga mau bergabung dengan ISIS. Pertama, masalah ideologi. Ini sulit dibendung, karena masing-masing orang punya tingkat keyakinan dan pemahaman yang berbeda-beda,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf, Jumat (27/3/2015).
Menurut Anas faktor lain adalah ekonomi. “Biasanya, untuk merekrut anggota kelompok ini menjanjikan uang sekian dolar dan sebagainya bagi warga yang mau bergabung,” sambung Anas. Ini sempat dibuktikan anggota Densus 88 yang menyamar dan ikut bergabung bersama kelompok ISIS sampai ikut diberangkatkan ke Suriah. “Sesampai di sana, anggota itu bertemu dengan warga Indonesia lain yang ada di sana. Mereka pada menyesal, karena fakta di sana tidak seperti yang dijanji-janjikan,” paparnya. Faktor lain yang menjadi alasan rekrutmen adalah masalah pendidikan. Warga yang tingkat pendidikan dan pengalamannya kurang, lebih mudah untuk dibujuk agar bergabung.
Bukan hanya di Indonesia tetapi dinegara lain juga merasakan bahaya ISIS, antara lain sekitar 90 warga Australia diyakini pergi untuk berperang dengan ISIS. Warga Australia yang berperang bersama milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah dan Irak merupakan sebuah ancaman keamanan nasional serius. Sekitar 90 warga Australia diyakini pergi untuk berperang dengan ISIS. Paling tidak 20 orang dilaporkan tewas karena terlibat konflik. Hari Selasa (14/02), ayah seorang pria Melbourne mengatakan kepada media SBS bahwa dirinya diberitahu anak laki-lakinya tewas di Suriah. Namun Kementerian Luar Negeri Australia tidak bisa memastikan laporan ini. Dinegara lain Militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menculik sedikitnya 220 orang warga Kristen di desa Asiria di timur laut Suriah. Aksi penculikan telah berlangsung selama tiga hari dan korbannya terus bertambah.
Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, penculikan terjadi ketika ISIS mendatangi 10 desa yang dihuni oleh minoritas warga Kristen kuno di kota Hasaka. Angka warga Kristen yang diculik terus meningkat dari hari ke hari. Sebelumnya, lembaga itu melaporkan 90 warga diculik, saat ISIS melancarkan serangan fajar ke desa-desa yang dihuni oleh minoritas. Kemudian, pada Selasa (24/2), kelompok Kristen Suriah yang mewakili beberapa LSM dalam dan luar negeri memverifikasi sedikitnya 150 orang Asiria diculik. Presiden Dewan Nasional Suriah, Bassam Ishak mengatakan, mereka yang diculik termasuk perempuan dan lansia. Negara Islam tak mengkonfirmasi penculikan. Namun beredar foto online pejuang dengan pakaiannya dikamuflase sedang melihat peta dan menembakkan senapan mesin. Situs pengedar foto menuli, foto-foto tersebut berasal dari Tel Tamr dekat lokasi penculikan. Banyak warga Kristen Asiria telah berimigrasi akibat konflik yang berlangsung selama empat tahun terakhir. Konflik itu telah menewaskan 200 ribu orang. Sebelum kedatangan suku Kurdi, warga Kristen mayoritas di daerah Suriah, termasuk Hasaka.

PENUTUP
            Kesimpulan dari uraian diatas adalah ISIS atau Negara Islam, bahwa mereka bukan sebuah kaum yang berjihad dijalan ALLAH, mereka hanya mengatas namakan Islam untuk merusak perdamaian dunia, mereka adalah kaum kafir yang berkedok Islam. Bahkan cara merekrutnya dengan menggunakan iming-iming uang, berarti keyakinan mereka dapat dibeli oleh uang, sungguh sangat disayangkan. Ratusan orang yang tidak berdosa menjadi korban ISIS, dari anak-anak sampai lansia. ISIS adalah teroris berkelas dunia.
ISIS di Indonesia adalah ancaman besar karena  ISIS bukanlah masalah agama melainkan ideologi atau keyakinan yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila. Maka ISIS harus benar-benar dicegah bahkan dimusnakan. Menurut pendapat saya cara untuk mencegah ISIS dan menghancurkan paham ISIS adalah secara terang-terangan menolak paham ISIS dan berkeyakinan bahwa Islam adalah Rahmatan lil’ alamin. Islam tidak ada yang seperti ISIS dan ISIS bukanlah Islam. Dan tetap berpegang teguh pada ideologi Pancasila ideologi bangsa kita yang secara tegas menghormati perbedaan agama dan tidak mengajarkan perpecahan dan peperangan. Untuk menghilangkan paham ISIS perlu dimusnahkan sampai keakar-akarnya seperti halnya pada saat Indonesia meumpas PKI. Wabah isis di Inonesia sudah menghawatirkan. Saya berharap semoga ISIS cepat segera diatasi dan perdamaian dunia tidak terancam.
           
DAFTAR PUSTAKA
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Irak_dan_Syam
-          REPUBLIKA.CO.ID,
-          SURYA.co.id,
-          Liputan6.com,
-          Beritakotametro.co.id,
-          https://satuislam.wordpress.com/2014/09/21/isis-indonesia-telah-hadir-dan-telah-menelan-korban-jiwa/



 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar