PAPER
Islamic
State Iraq and Syam (ISIS)
Untuk
Memenuhi Sebagian Tugas Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam
Disusun
oleh :
HARI
PURWATI (3301414005)
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2015
PENDAHULUAN
Negara
Islam Irak dan Syam (ISIS) juga dikenal sebagai Negara Islam adalah sebuah negara dan kelompok militan
jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah. Kelompok ini dalam bentuk aslinya
terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk
organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin dan Al-Qaeda
di Irak (AQI), termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba,
Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah
suku Irak yang mengaku Sunni.
Sejarah
dan faktor utama penyebab lahirnya kelompok ini berdasarkan beberapa fakta
kejadian lampau yakni sejak runtuhnya pemerintahan Islam Turki Utsmani pada
tahun 1924 umat Islam berada dalam kehinaan dibawah ketiak pemerintahan selain
Islam. Islam hanya disimpan banyak-banyak dikepala, kitab-kitab usang, terpojok
disudut-sudut masjid tanpa bertransformasi dalam realita kehidupan. Berbagai
upaya dilakukan oleh para Mujahid dan Ulama untuk mengembalikan identitas
Negara Islam. Salah satu upayanya adalah di era Jihad Afghanistan, banyak
mujahid dari seantero negeri berkumpul melawan invasi Soviet pada tahun 1980an.
Umat Islam mulai bangun dari tidur dan turun ke medan jihad untuk menyongsong
kejayaan yang dijanjikan. Kini kelompok ini kian kental dengan embel-embel
agama dan siap mempengaruhi siapapun, bahkan kelompok ini sudah dinyatakan
sebagai kelompok teroris baru dikalangan dunia. Penyebaran kelompok ini kini
sudah sampai di tanah air. Hal ini dapat dilihat dari adanya deklarasi
pendirian ISIS Indonesia di Solo, Bima dan sejumlah wilayah lainnya.
ISIS
DAN PARA KORBANYA
Menurut
pendapat saya korban ISIS bukan hanya masyarakat yang terkena kekerasan ISIS
tetapi juga para anggota ISIS yang bergabung dengan ISIS, kenapa saya anggap
korban karena mereka telah sesat, tidak seharusnya seorang Muslim melakukan hal
seperti itu, dan menurut pandangan saya mereka bukan berjuang dijalan ALLAH SWT
tetapi mereka sedang mengacaukan perdamaian dunia dengan mengatas namakan
agama. Sungguh sangat disayangkan seseorang yang telah bergabung ke dalam ISIS
dan menganggap dirinya telah jihad padahal mereka telah merusak diri mereka
sendiri dan merusak agama mereka sendiri bahkan mereka dapat dikatakan sudah
tidak beriman lagi. Mereka hanya berfikir tentang apa yang mereka inginkan saja,
tidak berfikir siapa, dimana, kenapa,
mengapa dan bagaimana dia hidup. Mereka sudah dibutakan oleh nafsu. Saya pernah
berfikir apa yang ada didalam fikiran mereka, bagaimana cara mereka beribadah?
SHOLATKAH? Berpuasakah, dan apa mereka sudah tidak punya hati. Apa di Al-
Qur’an terdapat tuntunanya. Bagi saya mereka bukan seorang muslim atau muslimah
tetapi mereka kaum kafir yang berkedok Islam. Semoga ALLAH segera memberikan
hidayah kepada mereka dan yang belum mengenal jangan pernah ikut dalam ISIS. Disini
saya akan memaparkan siapa tokoh dibalik ISIS dan korban ISIS karena tidak ada
buku untuk memperkuat paper ini untuk penggantinya saya ambil dari berita
online.
Menurut
berita online dan artikel di internet tokoh Sentral di Balik Militan ISIS adalah
Abu Bakar al-Baghdadi. Di bawah kepemimpinannya, ISIS menyatakan diri untuk
bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai
satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. ISIS memiliki hubungan dekat dengan
Al-Qaeda hingga tahun 2014. Namun karena misi berbelok dari misi perjuangan
nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah dan penggunaan
aksi-aksi kekerasan, Al-Qaidah lalu tidak mengakui kelompok ini sebagai bagian
darinya lagi. Abu Bakar al-Baghdadi bahkan bersumpah untuk memimpin penaklukan
Roma, yaitu ibukota agama Nasrani-Katolik, tepatnya Kota Vatikan yang terletak di
tengah kota Roma, Italia. Pemimpin
militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini juga menyerukan umat Islam untuk tunduk
kepadanya.
ISIS dikenal karena memiliki
interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal seperti bom
bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap
Muslim Syiah dan Kristen. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan
ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400
warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban
tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa
tahun terakhir. Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan
tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.
Serangan ISIS tidak hanya terjadi
didaerah Timur Tengah saja tetapi di
Tanah Air juga terkena serangan dan ikut ke dalam ISIS. Bulan Maret kemarin
saya membaca salah satu berita dikoran bahwa Mahasiswa UMS diguda bergabung
dengan ISIS, sungguh disayangkan seharusnya kaum intelektual seperti mahasiswa
dapat ikut menolak ISIS tetapi mereka ikut bergabung. Saya berfikir apa otak
mereka dicuci? Belum ada penelitian tentang
itu maka pendapat ini masih
diragukan. Dan lagi baru-baru ini masyarakat tanah air di hebohkan dengan
beberapa rekaman video yang diduga dari kelompok ISIS Indonesia. Kelompok ISIS
saat ini memang tergolong sebagai kelompok teroris baru yang tengah menjadi
perhatian dunia.Wajar saja jika sebagain masyarakat belum mengetahui akan
adanya kelompok. Kelompok ini selalu berkembang dengan tujuan membentuk negara
baru berdasarkan rancangan pemimpinnya.
Walaupun
kelompok ISIS telah menyebar di
Indonesia, pemerintah Indonesia tidak diam begitu saja. Usaha-usaha yang
dilakukan pemerintah adalah Kementerian Agama sementara mengeluarkan semacam
surat edaran agar biro perjalanan haji dan umrah hanya melayani perjalanan
umrah yang berangkat langsung ke Arab Saudi,
Menkopolhukam Joko Suyanto mengatakan pemerintah Indonesia akan
memblokir situs-situs yang isinya menyebarkan faham gerakan ISIS termasuk
tayangan video di Youtube, menggelar pula operasi hukum terhadap pendukung ISIS
yang terbukti melakukan kekerasan, operasi keimigrasian juga akan digelar untuk
mencegah warga Indonesia yang akan bepergian khususnya ke daerah konflik di
Timur Tengah atau maupun ke Asia Selatan. Pengamat masalah terorisme dari Pusat
Studi Islam dan Kenegaraan, Universitas Paramadina, Najamudin, mengatakan dia
mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia "melarang" ISIS, tetapi langkah
ini dianggapnya terlambat. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT
sebelumnya menyatakan telah ada sejumlah anggota kelompok militan Islam dari
Indonesia yang bergabung dengan ISIS, tapi mereka tidak dapat memastikan
jumlahnya. Sejak awal banyak kalangan yang mengkhawatirkan penyebaran ideologi
radikal kelompok ISIS akan membahayakan keberagama masyarakat Indonesia.
Para
analis mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mengatasi
meningkatnya ideologi radikal terutama di kalangan anak-anak muda, yang
dikhawatirkan bisa mengancam keberagaman. Korban lainnya Paling banyak WNI
berjuang di Suriah. Sedangkan di Irak data terakhir mencatat ada 56 orang
Indonesia ikut kelompok radikal bersenjata itu. Sebagian WNI yang menyusup
untuk berbaiat pada ISIS adalah pelajar di Timur Tengah. Sebagian besar warga
negara Indonesia itu telah mengganti identitas mereka dengan nama alias,"
kata tim ahli BPNT Wawan Purwanto. Sedangkan Kepala Badan Intelijen Indonesia
Marciano Norman mengatakan mayoritas yang berangkat bergabung dengan ISIS sejak
tahun lalu masih pemain lama. Mereka sudah masuk jaringan teror di Tanah Air,
misalnya yang direkrut dari Poso, Sulawesi Tengah. Terbukti baru sebulan
ISIS dideklarasikan, 80 orang langsung berangkat ke Suriah. Bahkan empat orang
dilaporkan tewas karena menggelar aksi bom bunuh diri. Ada dari Santoso, dari
kelompok-kelompok radikal. Belakangan publik Indonesia kembali terhenyak
mendengar 16 WNI yang datang sebagai pelancong hilang di Turki. Laporan
Interpol menyatakan mereka diduga kuat bergabung dengan ISIS. Belum lagi kabar
15 perempuan asal Tanah Air tertangkap Polisi Turki di perbatasan karena ingin
mendukung Khilafah Islamiyah.
Selanjutnya
seorang Petani bernama Muhammad Fadli disembelih di rumahnya pada 19 September
2014 karena di duga menjadi mata-mata Pemerintah dalam pemberantasan kejahatan
terorisme. Sungguh kebiadaban ISIS dan kelompok Radikal Wahabi sudah pada tahap
tak bisa di tolerir lagi mereka sudah melakukan aksi dan mengancam kepada siapa
saja yang menjadi musuh “Mujahidin” akan mereka sembelih karena telah mereka
halalkan darahnya. Musuh mereka adalah Kaum Muslimin yang berbeda faham dengan
mereka dan masyarakat Non Muslim. Mereka melakukan kebiadaban yang tak
berperikemanusiaan dengan mengatasnamakan panggilan Agama tetapi Agama berlepas
diri dari mereka. Stop berdebat…sekarang saatnya bertindak dengan bukti nyata.
Marilah kita bersama-sama memantau daerah dan tempat tinggal kita masing-masing
dari bahaya penyebaran faham radikal wahabi dan faham radikal transnasional
lainnya. Selamatkan Bangsa dan Generasi Muda kita dari faham-faham yang merusak
walau dibalut dengan tampilan faham agama. Sesungguhnya mereka (ISIS dan
Kelompok Radikal) adalah musuh Agama dan musuh kemanusiaan.
Di
Indonesia, ISIS ternyata masih memiliki loyalis kuat. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan WNI rela menempuh ribuan kilometer ke lokasi berbahaya, demi
mengangkat senjata bareng ISIS. Selain terkait ideologi, berikut rangkuman lima
iming-iming ISIS membuat banyak orang Indonesia tertarik bergabung, disarikan
dari pernyataan BNPT ataupun BIN. Berikut 5 Iming-iming ISIS yang membuat
WNI tertarik Bergabung dikutip merdeka: Dapat gaji hingga Rp 150 juta Gaji
mereka bisa setara Rp 39 juta per pekan, atau Rp 150 juta per bulan. Bayaran
para pekerja ISIS ini dalam Dollar Amerika. Tak heran, lebih dari 3.400 warga
negara Barat dilaporkan bergabung. Iming-iming uang ini juga menarik
orang-orang Australia, Belanda, dan negara Eropa lain bergabung dengan ISIS,
lalu Jamin kesejahteraan anak-anak, jemput bola kirim dana ke Indonesia, sudah
punya wilayah de facto, pejuang asing dapat budak seks.
Dari
penelusuran
Densus 88 dan intelijen kepolisian, ada sejumlah modus yang dilakukan kelompok
ISIS untuk merekrut anggota di Jawa Timur. Di antaranya, melalui pendekatan
ideologi, iming-iming uang, dan janji-janji lain.Yang menjadi sasaran atau
menjadi korban rekrutmen kelompok radikal ini, biasanya adalah mereka yang
ideologinya masih belum cukup kuat, mereka yang sedang bermasalah di sisi ekonomi,
atau warga yang tingkat pendidikan dan pengalamannya kurang. Ada banyak faktor
yang membuat warga mau bergabung dengan ISIS. Pertama, masalah ideologi. Ini
sulit dibendung, karena masing-masing orang punya tingkat keyakinan dan
pemahaman yang berbeda-beda,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf, Jumat
(27/3/2015).
Menurut
Anas faktor lain adalah ekonomi. “Biasanya, untuk merekrut anggota kelompok ini
menjanjikan uang sekian dolar dan sebagainya bagi warga yang mau bergabung,”
sambung Anas. Ini sempat dibuktikan anggota Densus 88 yang menyamar dan ikut
bergabung bersama kelompok ISIS sampai ikut diberangkatkan ke Suriah. “Sesampai
di sana, anggota itu bertemu dengan warga Indonesia lain yang ada di sana.
Mereka pada menyesal, karena fakta di sana tidak seperti yang
dijanji-janjikan,” paparnya. Faktor lain yang menjadi alasan rekrutmen adalah
masalah pendidikan. Warga yang tingkat pendidikan dan pengalamannya kurang,
lebih mudah untuk dibujuk agar bergabung.
Bukan
hanya di Indonesia tetapi dinegara lain juga merasakan bahaya ISIS, antara lain
sekitar 90 warga Australia diyakini pergi untuk berperang dengan ISIS. Warga
Australia yang berperang bersama milisi kelompok yang menamakan diri Negara
Islam atau ISIS di Suriah dan Irak merupakan sebuah ancaman keamanan nasional
serius. Sekitar 90 warga Australia diyakini pergi untuk berperang dengan ISIS. Paling
tidak 20 orang dilaporkan tewas karena terlibat konflik. Hari Selasa (14/02),
ayah seorang pria Melbourne mengatakan kepada media SBS bahwa dirinya diberitahu
anak laki-lakinya tewas di Suriah. Namun Kementerian Luar Negeri Australia
tidak bisa memastikan laporan ini. Dinegara lain Militan kelompok Negara Islam
Irak dan Suriah (ISIS), menculik sedikitnya 220 orang warga Kristen di desa
Asiria di timur laut Suriah. Aksi penculikan telah berlangsung selama tiga hari
dan korbannya terus bertambah.
Observatorium
Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, penculikan terjadi ketika ISIS
mendatangi 10 desa yang dihuni oleh minoritas warga Kristen kuno di kota Hasaka.
Angka warga Kristen yang diculik terus meningkat dari hari ke hari. Sebelumnya,
lembaga itu melaporkan 90 warga diculik, saat ISIS melancarkan serangan fajar
ke desa-desa yang dihuni oleh minoritas. Kemudian, pada Selasa (24/2), kelompok
Kristen Suriah yang mewakili beberapa LSM dalam dan luar negeri memverifikasi
sedikitnya 150 orang Asiria diculik. Presiden Dewan Nasional Suriah, Bassam
Ishak mengatakan, mereka yang diculik termasuk perempuan dan lansia. Negara
Islam tak mengkonfirmasi penculikan. Namun beredar foto online pejuang dengan
pakaiannya dikamuflase sedang melihat peta dan menembakkan senapan mesin. Situs
pengedar foto menuli, foto-foto tersebut berasal dari Tel Tamr dekat lokasi
penculikan. Banyak warga Kristen Asiria telah berimigrasi akibat konflik yang
berlangsung selama empat tahun terakhir. Konflik itu telah menewaskan 200 ribu
orang. Sebelum kedatangan suku Kurdi, warga Kristen mayoritas di daerah Suriah,
termasuk Hasaka.
PENUTUP
Kesimpulan dari uraian diatas adalah
ISIS atau Negara Islam, bahwa mereka bukan sebuah kaum yang berjihad dijalan
ALLAH, mereka hanya mengatas namakan Islam untuk merusak perdamaian dunia,
mereka adalah kaum kafir yang berkedok Islam. Bahkan cara merekrutnya dengan
menggunakan iming-iming uang, berarti keyakinan mereka dapat dibeli oleh uang,
sungguh sangat disayangkan. Ratusan orang yang tidak berdosa menjadi korban
ISIS, dari anak-anak sampai lansia. ISIS adalah teroris berkelas dunia.
ISIS
di Indonesia adalah ancaman besar karena ISIS bukanlah masalah agama melainkan ideologi
atau keyakinan yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila. Maka ISIS
harus benar-benar dicegah bahkan dimusnakan. Menurut pendapat saya cara untuk
mencegah ISIS dan menghancurkan paham ISIS adalah secara terang-terangan
menolak paham ISIS dan berkeyakinan bahwa Islam adalah Rahmatan lil’ alamin.
Islam tidak ada yang seperti ISIS dan ISIS bukanlah Islam. Dan tetap berpegang
teguh pada ideologi Pancasila ideologi bangsa kita yang secara tegas
menghormati perbedaan agama dan tidak mengajarkan perpecahan dan peperangan.
Untuk menghilangkan paham ISIS perlu dimusnahkan sampai keakar-akarnya seperti
halnya pada saat Indonesia meumpas PKI. Wabah isis di Inonesia sudah
menghawatirkan. Saya berharap semoga ISIS cepat segera diatasi dan perdamaian
dunia tidak terancam.
DAFTAR
PUSTAKA
-
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Irak_dan_Syam
-
REPUBLIKA.CO.ID,
-
SURYA.co.id,
-
Liputan6.com,
-
Beritakotametro.co.id,
-
https://satuislam.wordpress.com/2014/09/21/isis-indonesia-telah-hadir-dan-telah-menelan-korban-jiwa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar