RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS IX
KURIKULUM 2013
Untuk
Memenuhi Tugas
Mata Kuliah
PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PKn
Di
Susun Oleh :
HARI
PURWATI 3301414005
Program Studi S-1
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Jurusan Politik dan Kewarganegaraan
Fakultas Ilmu Sosial
Jurusan Politik dan Kewarganegaraan
Fakultas Ilmu Sosial
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2015
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
Sekolah : SMP Negeri 2 Sragen
Mata
Pelajaran : PPKn
Kelas/semester : IX/I
Materi Pokok :
Pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
Alokasi Waktu : 2
pertemuan ( 6 JP)
A.
Kompetensi Inti
K-1 Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya
K-2 Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
K-3 Memahami dan menerapkan
pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
K-4 Mengolah,
menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar
dan Indikator
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
|
1.1 Menghayati perilaku
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak
mulia dalam kehidupan di lingkungan pergaulan antar bangsa
|
1.1.1
Mengamalkan
nilai-nilai agama dan kepercayaan sendiri.
1.1.2
Menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
|
|
3.2
Memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
|
3.2.1 Menjelaskan pokok
pikiran dalam pembukaan UUD 1945.
3.2.2 Menyebutkan
arti penting pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
3.2.3
Mendeskripsikan sikap positif terhadap pokok-pokok pikiran yang terkadung
dalam pembukaan UUD 1945.
|
|
4.2 Menyaji hasil telaah
pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
|
4.2.1 Mendiskusikan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam
pembukaan UUD 1945.
4.2.2
Mempresentasikan arti penting pokok-pokok pikiran dalam pembukaan
UUD 1945.
4.2.3 Menerapkan sikap
positif terhadap pokok-pokok pikiran pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan
sehari-hari.
|
C. Tujuan Pembelajaran
1.
Peserta didik
dapat mengamalkan nilai-nilai agama dan kepercayaan sendiri.
2.
Peserta didik
dapat menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
3.
Peserta didik
dapat Menjelaskan pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.
4.
Peserta didik dapat menyebutkan
arti penting pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
5.
Peserta didik dapat mendeskripsikan
sikap positif terhadap pokok-pokok pikiran yang terkadung dalam pembukaan UUD
1945.
6.
Peserta didik dapat mendiskusikan pokok-pokok
pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
7.
Peseta didik mempresentasikan
arti penting pokok-pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.
8.
Peserta didik dapat menerapkan sikap positif
terhadap pokok-pokok pikiran pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.
D.
Materi
Pembelajaran
1.
Pokok-pokok pikiran
dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 :
Pokok pikiran pertama : Negara melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar
atas persatuan (pokok pikiran persatuan). Pokok pikiran ini
menegaskan bahwa dalam Pembukaan diterima aliran negara persatuan. Negara yang
melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruh wilayahnya. Dengan demikian
negara mengatasi segala macam faham golongan, faham individualistik. Negara menurut
pengertian Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
menghendaki persatuan. Dengan kata lain, penyelenggara negara dan setiap warga
negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan atau
individu. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran dari sila ketiga Pancasila.
Pokok pikiran kedua : Negara hendak
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok
pikiran keadilan sosial). Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan
atau cita-cita yang ingin di capai dalam Pembukaan, dan merupakan suatu kausa-finalis
(sebab tujuan), sehingga dapat menentukan jalan serta aturan yang harus
dilaksanakan dalam Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan tersebut dengan
modal persatuan. Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang didasarkan
kepada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak hak dan kewajiban dalam kehidupan
masyarakat. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran sila kelima Pancasila.
Pokok pikiran ketiga : Negara yang
berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan
permusyawaratan/perwakilan (pokok pikiran kedaulatan rakyat).
Pokok pikiran ini mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara yang
terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat
dan permusyawaratan/perwakilan. Aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat
Indonesia, yang selalu mengedapankan asas musyawarah untuk mufakat dalam
menyelesaikan suatu persoalan. Ini merupakan pokok pikiran kedaulatan rakyat,
yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
Undang-Undang Dasar. Pokok pikiran inilah yang merupakan dasar politik
negara. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran sila keempat Pancasila.
Pokok pikiran keempat : Negara berdasarkan atas
Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok
pikiran Ketuhanan). Pokok pikiran ini mengandung konsekuensi logis
bahwa Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan
penyelenggara negara lainnya untuk memelihara budi pekerti kemanusian yang
luhur. Hal ini menegaskan bahwa pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa
mengandung pengertian taqwa kepada Tuhan Yang Maha esa, dan pokok pikiran
kemanusian yang adil dan beradab mengandung pengertian menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia atau nilai kemanusian yang luhur. Pokok pikiran keempat
ini merupakan dasar moral negara yang pada hakikatnya merupakan suatu
penjabaran dari sila pertama dan sila kedua Pancasila.
Empat pokok pikiran ini merupakan
penjelasan dari inti empat alinea Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Atau dengan kata lain keempat pokok pikiran
tersebut tidak lain adalah merupakan
penjabaran dari dasar negara, yaitu Pancasila.
2.
Arti penting
pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 :
Pokok-pokok
pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Negara Republik Indonesia Tahun
1945 adalah pancaran dari nilai-nilai Pancasila. Kemudian penjelasan UU Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa “ Pokok-pokok pikiran
tersebut meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia. Pokok-pokok pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum
(Reichsidee) yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum yang tertulis
(Undang-Undang Dasar) maupun hukum yang tidak tertulis. Undang-Undang Dasar
menciptakan pokok-pokok pikiran ini dalam pasal-pasalnya.” Dalam
pengertian ini maka dapat disimpulkan bahwa pokok pikiran yang terkandung dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sumber
hukum tertinggi di Indonesia.
Sebagai
konsekuensi dari kedudukannya sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia, maka
pokok-pokok yang terkandung dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 dalam realisasinya harus dijabarkan dalam semua
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia seperti Ketetapan MPR,
Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan sebagainya. Dengan demikian seluruh
peraturan perundang-undangan di Indonesia harus bersumber pada Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang didalamnya
terkandung asas kerohanian negara yaitu Pancasila.
Dengan
tetap menyadari makna nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan dengan
memperhatikan hubungan antara Pembukaan dan pasal-pasal, maka dapatlah
disimpulkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 yang memuat dasar falsafah negara Pancasila dan Undang- Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan, bahkan merupakan satu rangkaian kesatuan nilai dan norma yang
terpadu. Undang-Undang dasar 1945 terdiri dari rangkaian pasal-pasal yang
merupakan perwujudan dari pokok-pokok pikran yang terkandung dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang tidak lain adalah
nilai-nilai Pancasila. Sedangkan Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai
luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada dan terpancang dengan khidmat
dalam perangkat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Semangat (Pembukaan) dan yang
disemangati(Pasal-Pasal Undang-Undang Dasar 1945) pada hakikatnya merupakan
satu rangkaian kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Pokok-pokok pikiran
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, juga
memiliki arti penting dalam konteks hukum dasar. Sepeti diketahui di samping
Undang-Undang Dasar, masih terdapat hukum dasar yang tidak tertulis yang juga
merupakan sumber hukum, yaitu aturan dsar yang timbul dan terpelihra dalam
praktik penyelenggaraan negara, meskipun tidak tertulis. Inilah yang disebut
konvensi atau kebiasaan katatanegaraan sebagai pelengkap atau pengisi
kekosongan dalam Undang-Undang Dasar.
3. Sikap
positif terhadap pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 :
a.
Hidup rukun dengan
saudara (lingkungan keluarga)
b.
Bersikap adil kepada
anggota keluarga (lingkungan keluarga)
c.
Ikut serta dalam
belajar kelompok (lingkungan sekolah)
d.
Ikut serta dalam
kegiatan ilmiah (lingkungan sekolah)
e.
Ikut serta dalam kerja
bakti membersihkan lingkungan (lingkungan masyarakat)
f.
Ikut serta dalam
kegiatan ronda malam (lingkungan masyarakat)
g.
Mengguankan bahasa
Indonesia dengan baik (lingkungan bangsa dan negara)
h.
Ikut serta upaya bela
negara (lingkungan bangsa dan negara)
E. Metode Pembelajaran
1.
Pendekatan Pembelajaran :
Saintifik
2. Model
Pembelajaran :
PBL/PJBL/Discovery
Learning
3. Metode Pembelajaran : Ceramah/Tanya jawab.
F.
Media,
Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
a). Materi yang telah dibuat dalam power point.
2. Alat
a). White Board
b). LCD
c). Laptop
3. Sumber Belajar
a)
Buku Pegangan
Siswa : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan. 2015.
Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
b)
Buku Pegangan
Guru : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2015. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c)
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas IX.
Jakarta: Kemdikbud.
d)
Tim Penyusun. 2009. Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi untuk SMP dan MTs. Jakarta : Sekjen dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
e)
UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
G.
Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
|
Pertemuan
|
Kegiatan
|
Alokasi Waktu
|
|
I
|
a.
Kegiatan Pendahuluan :
Memastikan peserta
didik siap mengikuti pembelajaran dengan :
1). Melaksanakan Doa
bersama dipimpin oleh ketua kelas
2). Absensi kehadiran siswa
3). Melakukan review
(pelajaran sebelumnya)
|
15 Menit
|
|
b.
Kegiatan Inti :
1). Menerangkan kepada siswa tentang pokok-pokok pikiran, arti penting
dan sikap positif yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
a). Mengamati : membaca dari berbagai buku pegangan siswa : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan. 2015. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
|
85 Menit
|
|
|
c. Kegiatan Penutup :
1). Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok (1 kelompok = 7 peserta didik)
berdiskusi tentang arti penting dan contoh sikap positif yang terkandung
dalam pembukaan UUD 1945 dan minggu depan dipresentasikan.
2). Peserta didik
diberikan kesempatan untuk dapat bertanya apakah sudah dapat memahami materi
tersebut.
3). Sebelum meninggalkan ruangan berdoa terlebih dahulu.
|
20 Menit
|
|
|
II
|
a.
Kegiatan Pendahuluan :
Memastikan peserta
didik siap mengikuti pembelajaran dengan :
1). Melaksanakan Doa
bersama dipimpin oleh ketua kelas
2). Absensi kehadiran siswa
3). Melakukan review
(pelajaran sebelumnya)
|
15 Menit
|
|
b.
Kegiatan Inti :
1). Peserta didik
mepresentasikan hasil diskusi :
a). Mengamati : membaca dari berbagai sumber tentang
arti penting dan
contoh sikap positif yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
b). Menanya : masing-masing
kelompok menganalisis arti
penting dan contoh sikap positif yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
c). Mengumpulkan Informasi : mengumpulkan data
dari berbagai sumber (media cetak dan elektronik) tentang arti penting dan contoh sikap positif yang
terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
2). Peserta didik dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh teman-temannya
dengan bantuan guru.
|
90 Menit
|
|
|
c.
Kegaitan Penutup :
1). Peserta didik diberikan kesempatan untuk
dapat bertanya apakah sudah dapat memahami materi tersebut.
2). Sebelum
meninggalkan ruangan berdoa terlebih dahulu.
|
15 Menit
|
H.
Penilaian
1. Teknik
Penilaian
a. Sikap Spiritual :
a). Teknik : Penilaian individu
b). Bentuk Instrumen : Lembar penilaian individu (lampiran 1)
c). Skor Penilaian : Nilai =
b. Sikap Sosial :
a). Teknik : Observasi
b). Bentuk
Instrumen : lembar penilaian observasi (lampiran 2)
c). Skor Penilaian :
Nilai =
c. Sikap
Pengetahuan:
a). Teknik : Tes
b). Bentuk Instrumen : Nilai-nilai
Individu (lampiran 3)
c). Skor Penilaian :
Nilai = (Jumlah benar x 2) x 10
d.
Sikap
Ketrampilan :
a). Teknik : Presentasi
b). Bentuk Instrumen : Lembar penilaian presentasi (lampiran 4)
c). Skor Penilaian :
Nilai =
2.Instrumen penilaian dan pedoman penialian :
a). Penilaian selama proses pembelajaran melalui pengamatan
tentang aktifitas peserta didik, kemampuan menyampaikan pendapat, kerja sama
kelompok, keuletan, dan toleransi
b). Tes tertulis
c). Produk : laporan diskusi dan lembar penilaian praktik presentasi
Semarang,
13 Desember 2015
Mengetahui: Guru
Mata Pelajaran PPKn,
Kepala
Sekolah,
Sri Hartatik, S.Pd., M.Pd. Hari Purwati S.Pd.
NIP. 27181772282 788 NIP.
3301414005
Lampiran 1 : Penilaian Kompetensi
Sikap Spiritual
Pedoman Observasi Sikap Spiritual: Beriman dan
Bertakwa
Petunjuk:
Lembaran
ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik aspek beriman
dan bertakwa. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai indikator beriman
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4
= apabila selalu melakukan aspek yang
diamati
3
= apabila sering melakukan aspek yang
diamati
2
= apabila kadang-kadang melakukan aspek
yang diamati
1
= apabila
tidak pernah melakukan aspek yang diamati
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas : IX
Semester : 1
(satu)
Tahun Pelajaran : 2015/2016
|
No
|
Nama
|
Aspek 1
|
Aspek 2
|
Aspek 3
|
Aspek 4
|
Nilai
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
|
|
|
v
|
|
|
|
v
|
|
|
|
|
v
|
|
|
|
v
|
3.50
|
|
2
|
|
|
V
|
|
|
|
v
|
|
|
|
|
v
|
|
|
|
v
|
|
2,50
|
|
3
|
|
|
|
|
V
|
|
|
v
|
|
|
|
|
v
|
|
|
|
v
|
3,75
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Aspek 1 : Berdoa
sebelum dan sesudah pembelajaran ketika mempelajari materi pokok beriman dan bertaqwa kepada Tuhan TME.
Aspek 2 : Menunjukkan
ungkapan yang menyenangkan ketika mempelajari materi pokok
Aspek 3 : Mempelajari
materi pokok dengan sungguh-sungguh.
Aspek 4 : Mempercayai
kebenaran keilmuan dalam mempelajari materi pokok
Contoh
nilai sikap beriman dan bertaqwa peserta didik nomor 1:
Skor
Diperoleh =
14
Skor
Tertinggi ( 4 x 4 ) = 16
Nilai =
, maka
Lampiran
2 : Penilaian kompetensi sikap sosial
Pedoman
Observasi Sikap Sosial: Percaya Diri
Petunjuk:
Lembaran
ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik aspek percaya
diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai indikator percaya diri yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4
= apabila selalu melakukan aspek yang
diamati
3
= apabila sering melakukan aspek yang
diamati
2
= apabila kadang-kadang melakukan aspek
yang diamati
1
= apabila tidak pernah melakukan aspek
yang diamati
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas : IX
Semester : 1
(satu)
Tahun Pelajaran : 2015/2016
|
No
|
Nama
|
Aspek 1
|
Aspek 2
|
Aspek 3
|
Aspek 4
|
Nilai
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Aspek 1 : Berani
menyampaikan pertanyaanketika mempelajari materi pokok
Aspek 2 : Berani
menjawab ketika mempelajari materi pokok
Aspek 3 : Berani
presentasi di depan kelas
ketika
mempelajari materi pokok
Aspek 4 : Berani
membuat simpulan dalam mempelajari materi pokok
Nilai =
Pedoman
Observasi Sikap Sosial: Toleransi
Petunjuk:
Lembaran
ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik aspek toleransi.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai indikator toleransi yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4
= apabila selalu melakukan aspek yang
diamati
3
= apabila sering melakukan aspek yang
diamati
2
= apabila kadang-kadang melakukan aspek
yang diamati
1
= apabila
tidak pernah melakukan aspek yang diamati
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas : IX
Semester : 1
(satu)
Tahun Pelajaran : 2015/2016
|
No
|
Nama
|
Aspek 1
|
Aspek 2
|
Aspek 3
|
Aspek 4
|
Nilai
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Aspek 1 : Menghormati
pendapat orang lain ketika
mempelajari materi pokok
Aspek 2 : Memberi
kesempatan pada teman satu kelompokketika mempelajari materi pokok
Aspek 3 : Tidak
memaksakan kehendakketika mempelajari materi pokok dengan sungguh-sungguh.
Aspek 4 : Bekerja
sama tanpa membeda-bedakan dalam mempelajari materi pokok ....
Nilai =
Pedoman
Observasi Sikap Sosial: Disiplin
Petunjuk:
Lembaran
ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik aspek disiplin.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai indikator disiplin yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4
= apabila selalu melakukan aspek yang
diamati
3
= apabila sering melakukan aspek yang
diamati
2
= apabila kadang-kadang melakukan aspek
yang diamati
1 =
apabila tidak pernah melakukan
aspek yang diamati
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas : IX
Semester : 1
(satu)
Tahun Pelakjaran : 2015/2016
|
No
|
Nama
|
Aspek 1
|
Aspek 2
|
Aspek 3
|
Aspek 4
|
Nilai
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Aspek 1 : Mengikuti
proses pembelajaran dengan tertib ketika mempelajari materi pokok
Aspek 2 : Mengumpulkan
tugas tepat waktu ketika
mempelajari materi pokok
Aspek 3 : Mengikuti
aturan main ketika berdiskusi mempelajari materi pokok
Aspek 4 : Mengingatkan
teman yang lamban dalam mengerjakan tugas materi pokok
Nilai =
Lampiran 3 :
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
Catatan
|
|
Tes tulis
|
Uraian.
|
Instrumen uraian
dilengkapi dengan pedoman penskoran
dalam format rubrik
|
|
Penugasan
|
Pekerjaan rumah
dan/atau tugas yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.
|
Tugas yang diberikan
sebatas pada tuntutan kompetensi pengetahuan bukan portofolio keterampilan
|
|
SOAL
|
KUNCI JAWABAN
|
|
1.
Jelaskan pokok pikiran pertama
dalam Pembukaaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945!
2.
Jelaskan pokok pikiran kedua dalam Pembukaaan Pembukaaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945!
3.
Jelaskan pokok pikiran ketiga dalam Pembukaaan Pembukaaan Undang- Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945!
4.
Jelaskan pokok pikiran keempat dalam Pembukaaan
Pembukaaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945!
5.
Berilah contoh sikap positif
terhadap pokok-pokok pikiran yang terkadung dalam pembukaan UUD 1945 yang
berkenaan tentang pokok pikiran persatuan!
|
1.
Negara melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan (pokok
pikiran persatuan). Pokok pikiran ini menegaskan bahwa dalam Pembukaan
diterima aliran negara persatuan. Negara yang melindungi dan meliputi segenap
bangsa dan seluruh wilayahnya. Pokok
pikiran ini merupakan penjabaran dari sila ketiga Pancasila.
2.
Negara hendak mewujudkan keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keadilan sosial).
Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin di capai
dalam Pembukaan, dan merupakan suatu kausa-finalis (sebab tujuan),
sehingga dapat menentukan jalan serta aturan yang harus dilaksanakan dalam
Undang-Undang Dasar untuk sampai pada tujuan tersebut dengan modal
persatuan.. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran sila kelima Pancasila.
3.
Negara yang berkedaulatan
rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (pokok
pikiran kedaulatan rakyat). Pokok pikiran ini mengandung
konsekuensi logis bahwa sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undang
Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan
permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran inilah yang merupakan dasar
politik negara. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran sila keempat
Pancasila.
4.
Negara berdasarkan atas
Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok
pikiran Ketuhanan). Hal ini menegaskan bahwa pokok pikiran
Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung pengertian taqwa kepada Tuhan Yang Maha
esa, dan pokok pikiran kemanusian yang adil dan beradab mengandung pengertian
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai kemanusian yang
luhur. Pokok pikiran keempat ini merupakan dasar moral negara yang
pada hakikatnya merupakan suatu penjabaran dari sila pertama dan sila
kedua Pancasila.
5.
a. Hidup rukun dengan
saudara
c.
Ikut serta dalam belajar
kelompok
d.
Ikut serta dalam kerja bakti
membersihkan lingkungan
e.
Mengguankan bahasa Indonesia
dengan baik
|
|
No.
|
Interval Nilai Pengetahuan
(KI-3)
|
Predikat
|
|
1
|
3,83 < x ≤ 4,00
|
A
|
|
2
|
3,50< x ≤ 3,83
|
A-
|
|
3
|
3,17< x ≤ 3,50
|
B+
|
|
4
|
2,83< x ≤ 3,17
|
B
|
|
5
|
2,50< x ≤ 2,83
|
B-
|
|
6
|
2,17< x ≤ 2,50
|
C+
|
|
7
|
1,83 < x ≤ 2,17
|
C
|
|
8
|
1,50< x ≤ 1,83
|
C-
|
|
9
|
1,17< x ≤ 1,50
|
D+
|
|
10
|
1,00 ≤ x ≤ 1,17
|
D
|
Nilai
: (Jumlah benar x 2) x 10
Lampiran 4 : Penilaian Kompetensi
Keterampilan
Lembar
Pengamatan Praktik: Presentasi
Petunjuk:
Lembaran
ini diisi oleh guru untuk menilai kompetensi keterampilan peserta didik dalam melakukan presentasi di
kelas. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai aspek yang ditampilkan oleh
peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4
= apabila selalu melakukan aspek yang
diamati
3
= apabila sering melakukan aspek yang
diamati
2
= apabila kadang-kadang melakukan aspek
yang diamati
1
= apabila
tidak pernah melakukan aspek yang diamati
|
No
|
Nama
|
Aspek 1
|
Aspek 2
|
Aspek 3
|
Aspek 4
|
Nilai
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
Aspek 1 :
Keterampilan mengemukakan gagasan.
Aspek 2 :
Keterampilan menanggapi pertanyaan.
Aspek 3 : Keterampilan bekerjasama dalam kelompok.
Aspek 4 : Keterampilan dalam memberikan ilustrasi
jawaban.
Nilai =
Lembar
Penilaian Praktik : Presentasi
Nama/Kelompok : ……
Kelas :
IX
Materi Pokok : Pokok-pokok
pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945
|
No
|
Aspek
Penilaian
|
Skor
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
A.
|
Penyajian
|
|
|
|
|
|
1
|
Menanya/Menjawab
|
|
|
|
|
|
2
|
Argumentasi
|
|
|
|
|
|
3
|
Bahan
Tayang/Display
|
|
|
|
|
|
B
|
Laporan
|
|
|
|
|
|
1
|
Isi
Laporan
|
|
|
|
|
|
2
|
Penggunaan
Bahasa
|
|
|
|
|
|
3
|
Estetika
|
|
|
|
|
|
Jumlah skor
|
|
||||
Pedoman
Penskoran (rubrik) :
|
No
|
Aspek
|
Penskoran
|
|
1
|
Menanya/
Menjawab
|
Skor 4, apabila selalu menjawab/menanya
Skor 3, apabila sering menjawab/menanya
Skor 2, apabila kadang-kadang menjawab/menanya
Skor 1, apabila tidak pernah menjawab/menanya.
|
|
2
|
Argumentasi
|
Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional,
dan jelas.
Skor 3, apabila materi/jawaban benar, rasional,
dan tidak jelas
Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak
rasional, dan tidak jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak
rasional, dan tidak jelas
|
|
3
|
Bahan tayang
|
Skor 4, apabila sistematis, kreatif, menarik,
mudah dibaca
Skor 3, apabila sistematis, kreatif, tidak menarik,
mudaah dibaca
Skor 2, apabila sistematis, tidak kreatif, tidak
menarik, mudah dibaca
Skor 1, apabila tidak sistematis, tidak kreatif,
tidak menarik, tidak mudah dibaca
|
|
4
|
Isi laporan
|
Skor 4, apabila isi laporan benar, rasional, dan
sistematika lengkap
Skor 3, apabila isi laporan benar, rasional, dan
sistematika tidak lengkap
Skor 2, apabila isi laporan benar, tidak rasional,
dan sistematika tidak lengkap
Skor 1, apabila isi laporan tidak benar, tidak
rasional, dan sistematika tidak lengkap
|
|
5
|
Penggunaan bahasa
|
Skor 4, apabila menggunakan bahasa dan penulisan sesuai EYD, serta mudah dipahami
Skor 3, apabila menggunakan bahasa dan penulisan
sesuai EYD, namun tidak mudah dipahami
Skor 2, apabila menggunakan bahasa seuai EYD,
namun penulisan tidak sesuai EYD dan tidak mudah dipahami
Skor 1, apabila menggunakan bahasa dan penulisan tidak sesuai EYD dan tidak mudah
dipahami
|
|
6
|
Estetika
|
Skor 4, apabila kreatif, rapi, dan menarik
Skor 3, apabila kreatif, rapi, dan kurang menarik
Skor 2, apabila kreatif, kurang rapi, dan kurang
menarik
Skor 1, apabila kurang kreatif, kurang rapi, dan
kurang menarik
|
Nilai =